JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

PORTALCISARUA

Cari info vila di situs kami, untuk persiapan liburan anda di puncak

Senin, 31 Desember 2012

Kiprah Pramuka Saat Pergantian Tahun

CIAWI - Anggota Praja Muda Karana (Pramuka) Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor secara aktif di puluhan Pos Operasi Lilin guna membantu aparat keamanan dalam pengamanan pergantian tahun.

Ratusan anggota pramuka ini diterjunkan untuk membantu menertibkan arus lalulintas dan memantau keadaan. Hal ini sebagai bentuk wujud pengabdian terhadap masyarakat luas.

"Tim monitoring wilayah pada hari ini, (Senin, 31/12/2012 - Red), mulai pukul 16.00 wib hingga dinihari nanti akan berpatroli, start dari Graha Pandu Cibinong dan finish di Masjid At-Ta'awun Puncak Bogor," jelas Pamong Saka Cibinong, Mulyadi (42), saat dihubungi Berita Bogor.

Mereka ditempatkan di seluruh Pos Pengaman Polres dan DLLAJ Bogor, seperti Puncak, Jalur Bogor Ciawi Sukabumi, Parung, Dramaga, Ciampea, Cibinong serta Cileungsi.

"Partisipasi kami menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sedangkan  120 anggota penegak pandega ini beraktifitas secara sukarela,” kata Mulyadi.

Hal ini dibenarkan Ahmad Muhammad (37), anggota penegak pandega ini menuturkan anggota pramuka yang bertugas tidak berharap upah. Sebab, pramuka sebagai Saka Bhayangkara, bekerja dengan sukarela.

"Sejak H-1 pagi kami sudah menempati Pos Pengamanan di Cibinong, Cileungsi, Caringin, Cisarua, dan Ciawi," tambah Ahmad.

Sementara Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman, selaku Wakamapicab Pramuka Kabupaten Bogor mengutarakan kebanggaannya terhadap anggota pramuka yang turut berpartisipasi dalam operasi lilin dan pengamanan tahun baru.

"Mereka memang telah didik beretika, berketerampilan, kesetiaan, kepatuhan dan kedisiplinan. Sehingga, mampu menjaga amanah dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama,” kata Wakil Bupati.

Ribuan Personil
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Bogor AKBP Asep Safrudin mengatakan operasi lilin 2012 dan pengamanan pergantian tahun di wilayah Kabupaten Bogor menerjunkan 2000 personil Gabungan dari Polri, TNI, intansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Untuk menyambut tahun baru, kami menerjunkan personil dari satuan TNI, Polri dibantu Komando Rayon Militer (Koramil) dibantu Palang Merah Indonesia (PMI), Brinkes, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) serta Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor,” katanya.

Asep Safrudin menambahkan untuk perayaan Tahun Baru di jalur Puncak Bogor pada pukul 18.00 arus lalu lintas kearah Puncak akan dialihkan menuju Jonggol dan Sukabumi untuk mengurangi volume arus kendaraan. (amel)

sumber : beritabogor

Minggu, 30 Desember 2012

Puncak Macet Aher Tebar Pesona

MEGAMENDUNG - Kondisi kemacetan arus lalu lintas di jalur Puncak Bogor, Minggu (30/12/2012), dimanfaatkan Ahmad Heryawan untuk tebar pesona.

Tak hanya itu, Calon gubernur (incumbent) Jawa Barat ini sesumbar akan menuntaskan persoalan kesemrawutan lalu lintas dari tahun ke tahun di kawasan wisata terkemuka di pulau jawa ini.

Hal ini dikatakan Ahmad Heryawan kepada wartawan saat dirinya meninjau penutupan jalur Puncak Bogor. Dirinya merasa yakin persoalan itu dapat diatasi pada tahun 2015, tentunya melalui pelaksanaan proyek pembangunan jalan kawasan Puncak dua dengan dua ruas, lebar 8 meter dan panjang 40 kilometer.

"Nantinya jalan itu akan menjadi alternatif bagi semua kendaraan yang menuju Puncak dan sekitarnya. Anggarannya sebesar Rp800 milyar," janji Ahmad Heryawan.

Pantauan dilokasi, penyelesaian kemacetan di  jalur Puncak Bogor masih memberlakukan  pola Buka Tutup Jalur atau pemberlakuan one way dan pengalihan ke jalur Jonggol-Cariu menuju Cianjur.

Bahkan, hampir setiap akhir pekan dan libur panjang Jalur Puncak Bogor mengalami kemacetan arus lalu lintas. Titik kemacetan meliputi perapatan Pasir muncang, Pasar cisarua, Taman Wisata Matahari, dan Taman Safari Indonesia. (cj)

sumber : beritabogor

Selasa, 25 Desember 2012

Jaringan Pipanisasi Desa Citeko Akan Diperluas

CISARUA - Pipanisaisi air bersih merupakan sangat didambakan warga desa yang kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau tiba.

Permasalahan air bersih di wilayah Desa Citeko, Kecamatan Cisarua masih menyimpan dipertanyakan sebagian warga. Pasalnya, pembangunan pipanisasi tahap pertama belum merata memasok air bersih ke permukiman warga.


Tokoh Pemuda Desa Citeko, Acil, menyayangkan tindakan itu. “Semestinya jalur proyek pipanisasi itu melalui jalur tengah yang banyak penduduknya, tapi yang terjadi malah jalur pipa ini melalui pinggir desa yang hanya banyak berdiri bangunan Villa” ujarnya kepada Berita Bogor, Minggu (23/12/2012)

Ditengarai pipa itu sengaja di buat jalur luar salah satunya untuk menuju rumah kontrakan yang dimiliki Kepala Desa Citeko.  Semula warga menyambut gembira adanya pembangunan pipanisasi yang mengambil sumber mata air dari curug Cibogo. Karena pada musim kemarau kemarin, sumur warga dan sungai yang membelah Desa Citeko kerap kering kerontang.


"Memang saat memasuki musim penghujan, debit air sumur warga Citeko sudah kembai normal, Sementara sebagian besar Masjid dan Madrasah di desa Citeko saat ini masih menggunakan sumber air dari sungai yang tercemar limbah kotoran sapi para peternak Desa Cibeureum," tambah Acil.

Pihak desa bantah tudingan
Kepala Desa Citeko, H. Mamad Sukendar membantah tudingan sasaran pipanisasi itu bukan bukan untuk warga. “Pembangunannya menggunakan imbal swadaya, jadi siapa pun bisa menikmati air bersih ini,“ jeas H. Mamad.

Bahkan Sebelumnya, lanjut dia, sudah dilakukan mediasi antara warga dan aparat desa yang turut dihadiri Kepala Desa, (Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citeko.

Dirinya memaparkan, pembangunan pipanisasi air bersih tahun 2012 memanfaatkan mata air curug Cibogo guna mengantisipasi nkrisis air dimusim kemarau merupakan pembangunan tahap pertama.

"Pembangunan pipanisasi diperuntukan bagi warga guna memenuhi kebutuhan air bersih, terutama dimusim kemarau. Apabila tahun ini masih ada warga yang belum tersambung pipa air bersih agar bersabar, karena pipanisasi bertahap hingga merata nantinya," jelas H. Mamad.

Rencananya tahun 2013 mendatang, pihaknya akan terus memperluas jaringan pipa hingga ke ingkungan warga yang belum menikmati pembangunan pipanisasi. "Pihak desa senantiasa aspiratif dalam melayani kepentingan seluruh warga desa secara optimal. Saya berharap tahun 2013 akan terwujud rencana perluasan jaringan pipa," tegasnya. (cj)

sumber : beritabogor

DKP Kabupaten Bogor Butuh 34 Armada Sampah

CISARUA – Mulai awal tahun 2013 mendatang seluruh sampah di 24 pasar tradisional Kabupaten Bogor diambilalih oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Selama ini penanganan pasar dikelola PD Pasar Tohaga. Dengan pengalihan, PD Pasar Tohaga dan DKP sama-sama mengklaim pendapatan asli daerah (PAD) bakal meningkat.

Menurut Dirut PD Pasar Tohaga Cahya Vidiadi, Jumat, selama ini pihaknya kesulitan menangani sampah di 24 pasar yang dibawa nauangannya. Selain hanya memiiki tiga armada sampah, juga minimnya personil sehingga pihaknya kerap bekerjasama dengan dinas kebersihan pemerintahan daerah lain untuk membuang sampah. “Terutama pasar yang bersebelahan dengan daerah tetangga,” ujarnya.

“Daripada kita bayar retribusi ke dinas pemerintah daerah lain, lebih baik kita setor ke DKP Kabupaten Bogor yang nilainya jauh lebih murah,” katanya. Artinya, dengan pengalihan ini akan menambah pendapatan PD Pasar Tohaga yang berujung dengan menigkatnya PAD, sebab biaya operasional pembuangan sampah berkurang.

Terpisah, Sekretaris DKP Diyanto yang mengatakan, adanya pengalihan penanganan sampah ini, target retribusi yang dibebankan kepada DKP pada tahun 2013 sebesar Rp 11 miliar akan tercapai. Bahkan diprediksi dapat melampauinya.

“Rencananya retribusi yang dibayar PD Pasra Tohaga ke DKP sebesar Rp 1,8 miliar per tahunnya,” jelasnya.

Untuk mengejar target tersebut sekaligus menangani sampah di 24 pasar itu, DKP kini mengajukan tambahan armada sampah sebanyak 34 buah.

“Saat ini kita punya 151 armada sampah termasuk tiga dari PD Pasar Tohaga,” katanya. Dia juga mengatakan pengalihan penanganan sampah kepada DKP ini sebagai akibat banyaknya keluhan dari pedagang pengunjung pasar lantaran masih banyaknya tumpukan sampah. (iwan/als)

sumber : beritabogor

Minggu, 23 Desember 2012

Volume Sampah Di Puncak Meningkat

CISARUA - Libur natal di kawasan Puncak Bogor membuat peningkatan volume sampah di sepanjang Jalan raya hingga pelosok Jalan desa. Tumpukan sampah ditemukan berserakan di selokan parit dan jembatan yang sengaja dibuang pengunjuk di dalam mobil atau bus.
Sampah di kawasan puncak bisa dijumpai pula diperkampungan, sungai yang ada di sejumah desa.

Pantauan Berita Bogor, bak sampah banyak tersedia di sepanjang jalur protocol puncak. Bentuk bangunan yang sederhana dan terbuka memang mengurangi keindahan pemandangan. Bahkan seringkali sampah-sampah itu meluber hingga ke jalan. Tidak hanya itu, di sungai-sungai juga tumpukan sampah ada di mana-mana.

Keberadaan bak sampah di Jalan raya Puncak menambah pemandangan yang kurang sedap.
“Apalagi saat petugas kebersihan mengangkut sampah itu dengan truk - truk, aromanya minta ampun saat cairan sampah mengalir dari truk di sepanjang jalan,” keluh Iwan, warga Cisarua.

Terpisah, Ketua bidang Lingkungan Hidup LSM Rumpun Hijau, Jatnika mengatakan selama ini solusi yang ditempuh hanya parsial, belum solutif dan cenderung menambah permasalahan baru. Selain membuat kumuh dan bau sekitar jalur utama Wisata, aktifitas pejalan kaki menjadi terganggu.

"Lantaran trotoar yang semestinya digunakan untuk para pejalan kakimalah dietakkan bak sampah," ujarnya, Minggu (23/12/2012)

Oknum petugas kebersihan, ungkap dia, menarik biaya pada pengusaha dan sebagian masyarakat. Adanya bak sampah mendorong masyarakat membuang sampah di bak sampah. Sementara bentuk dan lokasi Bak sampah itu sendiri sangat sederhana dan terkesan asal-asalan,” imbuh Jatnika.

Menurutnya, kini sudah saatnya pengusaha dan masyarakat diajak untuk mengelola sampahnya sendiri. Karena, rata-rata sampah yang katanya diolah itu pada hakekatnya juga hanya dipindah dan ditumpuk di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) dengan Sistem Open Dumping oleh Dinas kebersihan.

“Pengusaha Pariwisata, Hotel dan Restoran juga harus menyediakan lahan pengolahan sampah sendiri, yang bisa dimanfaatkan dikumpulkan, yang tidak harus di bakar, ladunya bisa dijadikan Kompos. Paradigma harus dirubah.Hal itu akan lebih efisien dari pada harus di pindah ke bak sampah di pinggir jalan. Minimal sudah tidak perlu lagi pengeluaran pembayaran pada Dinas Kebersihan," paparnya.

UPT bantah tudingan
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Ciawi membantah pihaknya tidak bekerja secara optimal. Apalagi saat menjelang libur perayaan tahun baru 2012, petugas kebersihan tidak ikut libur.

Disebutkan volume sampah di kawasan Puncak, diprediksi bakal naik hingga 75 meter kubik dari 50 meter kubik.

Guna membersihkan sampah-sampah itu teah disiapkan para petugas penyapu jalan berikut awak truk sampah. Ditambah dengan adanya kebijakan Polres Bogor menutup jalur cukup membantu pihkanya melakukan tugas kebersihan. (cj)

sumber : beritabogor

Kamis, 20 Desember 2012

HOTEL TAMAN TERATAI

(Melati 3)
Jumlah kamar : 23 unit
Harga kamar :
Rp. 195.000,-
Rp. 215.000,-
Rp. 240.000,-
Rp. 280.000,-
Rp. 305.000,-
Rp. 250.000,- s/d Rp. 350.000,- / pax (min. 20 pax)

Fasilitas :
1. Restoran,
2. Ruang Sidang,
3. TV. Aiphone,
4. Hot & Cold Water,
5. Playground,
6. Familly Karaoke,
7. Mushola.

Alamat :
Jl. Raya Puncak KM. 77 Desa Leuwimalang, 
Kec. Cisarua – Kabupaten Bogor.
Tlp. 0251 – 8255425
Fax. 0251 – 8253755

Senin, 17 Desember 2012

JABAR Perkenalkan 5 Calon Gubernur

KPU Jabar Tetapkan Lima Pasangan Cagub-Cawagub
BANDUNG, KOMPAS.com — Setelah melakukan rapat pleno terbuka penetapan dan pengumuman pasangan cagub-cawagub 2013, Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) menetapkan lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada pemilihan gubernur Jabar periode 2013-2018. Penetapan itu dilakukan di aula Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung, Jabar, Senin (17/12/2012).

Dalam kesempatan itu, hadir pasangan bakal calon, ketua tiap-tiap partai pengusung, koordinator tim kampanye, KPU Jabar, KPU kabupaten/kota, dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Penetapan kelima pasangan itu resmi dilakukan oleh Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dengan melakukan ketok palu.

Sebelum penetapan dilakukan, Ketua Pokja Pencalonan Teten Setiawan membacakan persyaratan kelima cagub-cawagub, mulai dari kesehatan, administratif partai, kelengkapan pribadi, serta berkas dukungan (untuk jalur independen).

Yayat menyatakan, kelimanya sudah memenuhi persyaratan serta berhak maju dan ditetapkan sebagai cagub-cawagub Jabar periode 2013-2018. "Saya nyatakan bahwa kelima pasangan cagub dan cawagub Jabar dalam Pilgub 2013 ditetapkan," ungkapnya disambut tepuk tangan meriah.

Yayat berharap para calon yang sudah ditetapkan dapat bersaing secara sehat dan adil karena pencalonan ini pada dasarnya untuk masyarakat. "Pencalonan ini dasarnya untuk masyarakat. Kami berharap siapa pun yang terpilih nanti adalah pemimpin yang terbaik," ungkapnya.
Kelima pasangan cagub-cawagub pada Pilkada Jabar adalah Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Dede Yusuf-Lex Laksamana, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, dan satu-satunya pasangan independen, yakni Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.

Sementara itu, pengundian dan pengumuman nomor urut baru akan dilakukan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2012).

Jumat, 14 Desember 2012

PILKADA Jabar

"Launching" Cagub Dikemas Pesta Rakyat
BANDUNG, KOMPAS.com - Jika tidak ada aral melintang, pada 18 Desember 2012 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan menggelar launching pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013 - 2018, di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya kelima pasangan itu ditetapkan pada 17 Desember 2012 di KPU Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, KPU Jabar akan melibatkan beberapa elemen masyarakat seperti organisasi masyarakat (rmas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Selain itu, pihaknya juga akan mengundang masing-masing pendukung pasangan cagub-cawagub yang dibatasi hingga 200 orang.

Komisioner KPU Jabar Aang Ferdhiman mengatakan, pada dasarnya launching ini didedikasikan untuk masyarakat dengan konsep "Pesta Rakyat", dengan jumlah partisipan yang terbatas.

"Pesta rakyat ini bukan untuk perang, tapi untuk mengetahui siapa pemimpin kita yang pantas untuk dipilih, sehingga kita libatkan elemen masyarakat," jelas Aang kepada wartawan di kantor KPU, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/12/2012).

Menurutnya, pelibatan elemen masyarakat ini dimaksudkan juga untuk menyosialisasikan pasangan-pasangan cagub-cawagub yang salah satu tujuannya untuk menekan angka pemilih golongan putih (golput).

"Ini juga merupakan sosialisasi kepada masyarakat, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya golput," katanya.

Aang menambahkan, pada hari itu juga pihaknya akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan nomor urut, dan penyerahan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Pada perhelatan Pilgub Jabar 2013 nanti, ada 5 pasangan cagub dan cawagub yang siap berkompetisi, antara lain pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf Macan Efendi-Lex Laksamana, Irianto MS. Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, dan pasangan independen, Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.

Editor : Farid Assifa

sumber : kompas

Senin, 03 Desember 2012

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

CISARUA - Bupati Bogor Rachmat Yasin mengajak aparatur kesehatan yang ada di Kabupaten Bogor untuk mendukung program pemerintah daerah Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (Jampesehat).

Jaminan kesehatan khusus masyarakat Kabupaten Bogor ini diwujudkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggratiskan semua pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang miskin dan hidup sederhana.

Hal ini dikatakan Bupati Bogor saat menghadiri penutupan rangkian kegiatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Bogor di Gunung Mas, Cisarua (3/12/2012).

“Bantu saya menjalankan amanah terutama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Saya ingin terus membangun Kabupaten Bogor yang sehat. Tahun 2012 ini saya menjamin kesehatan masyarakat dengan slogan Jampesehat.  Saya minta program unggulan dengan anggaran 100 Miliyar Rupiah ini didukung penuh oleh aparatur kesehatan di lingkungan Kabupaten Bogor. Khusus di RSUD Leuwiliang kita bangun paviliun khusus Jamkesda, karena di Bogor Barat hanya ada RSUD tersebut yang dapat menunjang sementara kamar untuk peserta jaminan kesehatan masih terbatas”, terang dia.

Kemudian ia mengatakan,  masalah pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang sangat penting. Kita harapkan ada persentase minimal yang kita alokasikan untuk kesehatan , yang namanya kesehatan sebaiknya tidak kurang dari 15 persen dari jumlah APBD.  Bahkan tahun 2012 saya alokasikan 100 miliyar, untuk bidang kesehatan.  Kemudian saya tidak mau pelaku kesehatan selalu menjadi kambing hitam ketidak ramahan dan ketidak nyamanan pelayanan.

“Untuk meningkatkan pelayanan saya minta Dinas Kesehatan memikirkan insentif bagi para perawat dan petugas lainnya jadi bukan hanya sekedar mengambil tenaga medis. Saya juga maunya retribusi pelayanan dasar jasa kesehatan tidak terpenuhi," paparnya.
Acara yang dihadiri Bupati dan Wabup sekaligus tersebut diikuti pula oleh perwakilan puskesmas, dan RSUD se-Kabupaten Bogor. Pada acara tersebut juga Bupati mengingatkan siapapun pengguna kartu jaminan kesehatan jangan ragu untuk menggunakan fasilitas tersebut. Jelaskan kepada petugas kami di lapangan bahwa kalian tidak geratis beroba tapi bayar dan yang membayarnya adalah Bupati Bogor. (cj)

Sabtu, 01 Desember 2012

PKL Puncak Membandel Puncak Kian Macet

BERIABOGOR.COM | CISARUA - Kemacetan lalu lintas di Jalur Puncak, mulai dari Kecamatan Megamendung hingga Cisarua, disebabkan selain sempitnya jalan, ternyata peran PKL juga memberikan andil.

Hal itu diungkapkan Bupati Rahmat Yasin, dihadapan masyarakat dari seluruh kepala desa se- Kecamatan Cisarua, di acara rapat Boling (rebo keliling –red).

Bupati Bogor menegaskan kawasan Puncak selalu mengalami kemacetan, dikarenakan jalan raya ini tidak dapat dilebarkan akibat dari masih adanya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan. "Kita tidak dapat melebarkan jalan dikarenakan masih adanya PKL di jalan raya puncak ini, akibatnya sering terjadinya kemacetan di Puncak tidak hanya pada hari libur namun sekarang sudah setiap hari," tegasnya.

Ia pun menghimbau kepada camat beserta para kepala desa untuk memberikan pengertian kepada para PKL agar dapat ditertibkan. "Saya akan membuat rest area bagi para PKL untuk berjualan, Karenanya saya minta camat dan kades memberikan pengertian kepada PKL agar segera dapat kita tata para PKL tersebut hingga kemacetan di jalan raya Puncak ini dapat diatasi," himbaunya.

Dia menambahkan tempat berjualan bagi para PKL tersebut hanya dapat digunakan oleh para pedagang yang merupakan warga sekitar Puncak. "Tidak ada pedagang dari luar, tempat tersebut hanya diperuntukan bagi warga sekitar puncak,"tegasnya.

Untuk mengatasi kemacetan di wilayah Cisarua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan merevitalisasi pasar Cisarua pada 2013 mendatang. "Kita  menyediakan dana sebesar 13 Miliar bagi revitalisasi pasar Cisarua tahun depan, Lokasi pasar juga akan dimundurkan agar tidak macet sehingga tidak mengganggu para pengguna jalan," ungkapnya.(yd)


sumber : beritabogor

Pembangunan Pasar Cisarua Dialokasikan Rp15M

CISARUA - Rencana pembangunan Pasar Cisarua Bogor membutuhkan anggaran pembangunan tahun 2013 sebesar Rp 15 miliar.

"Pasar Cisarua akan dibangun di tahun 2013 mendatang, dengan biaya 15 miliar," kata Dirut PD Pasar Tohaga, Cahyadi, beberapa waktu lalu.

Menurut Cahyadi, Alasan dana untuk revitilasi pasar Cisarua paling besar dibanding pasar tradisional lainnya, karena Cisarua merupakan kawasan pariwisata.  Mengingat keberadaan pasar menjadi satu diantara daya tarik yang ada di kawasan Puncak.

Takhaya itu, lanjutnya, saat ini kondisi gedung pasar Cisarua, nampak semrawut dan kumuh.  Ditambah kemacetan akibat kendaraan dan PKL (pedagang kaki lima) yang tidak tertata dengan baik.

Sementara itu, terkait pembangunan pembangunan pasar Cikereteg, berdasarkan informasi di lapangan, sedikitnya ada 33 kepala keluarga, yang tinggal sejak puluhan tahun silam.  Tersiar kabar, keberadaan mereka kini menjadi ganjalan revitalisasi pasar tersebut.
Kasie Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Caringin Rohmadin, saat ditanya upaya apa yang tengah dilakukan PD Pasar Tohaga terhadap warga pihaknya tak berkomentar .(asp)

sumber : beritabogor