JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Surga Turis Padang Pasir di Cisarua

mediaindonesia.com | KEBERADAAN turis Timur Tengah di Desa Tugu, kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, memberikan dampak terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat lokal.

Kehadiran masyarakat negeri padang pasir itu telah menggerakkan kegiatan pariwisata di daerah yang kini dikenal sebagai Kampung Arab tersebut. Kehadiran mereka mendorong derap kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Hampir seluruh sudut desa yang disebut Kampung Arab itu menampakkan pernak-pernik Arab dengan segala aksesorinya. Bahkan nama-nama toko, wartel, sampai warung pun menggunakan nama Arab dan bahasa Arab.

Sebenarnya nama asli Kampung Arab itu ialah Kampung Sampay, satu dari tiga kampung di Desa Tugu Selatan, 1 kilometer di atas Taman Safari, Cisarua, Bogor. Kampung Arab disebut juga oleh sebagian orang dengan Kampung Warung Kaleng, sepotong jalan Jakarta-Puncak di kilometer 84.

Kepala Urusan Umum Desa Tugu Selatan Nanang Jagur mengakui kebenaran hal tersebut. Namun, ia memastikan pihak desa bersama dengan warga sekitar akan terus berupaya mengambil sisi baik dari budaya yang dibawa orang Arab tersebut.

"Banyak warga lokal yang mencari nafkah di tempat usaha yang menjadikan orang Arab sebagai pasar utama mereka, seperti rumah makan, biro perjalanan, minimarket, dan hal-hal kecil seperti tukang parkir dan tukang ojek," ujar Nanang di Puncak, Rabu (10/6) lalu.

Seiring dengan banyaknya orang Arab di Puncak, permintaan akan makanan khas Arab pun menjamur. Itu juga yang membuat banyak investor baik lokal maupun orang Arab itu sendiri membuka tempat makan khas Arab untuk melayani banyaknya permintaan akan kuliner khas negeri padang pasir.

"Mereka menganggap tetap seperti berada di negaranya, bedanya di sini lebih nyaman saja, lebih dingin, dan orang-orangnya lebih ramah. Apalagi banyak juga ibu-ibu di sini yang sudah ahli membuat makanan Arab dan bekerja di vila-vila penginapan mereka untuk menyajikan makanan Arab," imbuhnya.

sumber
image : by google

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif