JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

“Miris” 27 Tahun Menderita Sakit Langka, Dakir Warga Megamendung Pasrah Tunggu Keajaiban



INFODESAKU.CO.ID | Pak Dakir sebutlah begitu, Ia adalah salah satu dari jutaan warga masyarakat Kabupaten Bogor yang mengalami sakit langka, sudah hampir 27 tahun diperkirakan penyakit langka yang dideritanya itu bersarang ditubuh Dakir. Dia merupakan warga asli Kampung Citalingkup RT 3 RW 03, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dan yang membuat miris siapapun orang yang melihatnya sekarang ini Ia dan isterinya tidak mempunyai rumah sepetakpun,pasalnya rumah yang dulu disinggahinya itu terpaksa digadaikan karena untuk biaya sakit dan operasi penyakitnya tersebut. Berbagai macam cara pengobatan baik secara medis dan non medis telah ia tempuh demi kesembuhannya itu, namun alhasil sekarang hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Untuk sementara ini dia tinggal di rumah adik iparnya di alamat yang sama,sedangkan sang isteri yang sehari hari bekerja sebagai penjaga villa hanya bisa pasrah dengan kondisi yang diderita suaminya itu.
Ketika infodesaku.co.id mengunjungi dan menanyakan perihal sakit langkanya itu, Dakir dan isterinya dengan gamblang bercerita, walaupun dengan nada dan suara yang terbata-bata.
” Bapak ini dulu sudah pernah dan sering bolak balik mencari sareat untuk kesembuhan kemana-mana, menurut dokter waktu itu secara medis katanya sih kelenjar benda dan itu awalnya keras, urat urat badannya mengeras,tadinya gak bisa jalan, ngomong juga takut,kuping udah kurang mendengar, mata udah gak begitu melihat, tapi syukur alhamdulillah selama kurang lebih 14 bulan ini,Bapak mengkonsumsi obat herbal sarang semut yang dikasih Ibu Iing dan Bu Nani dari GEMA,sekarang lumayan kelenjar kelenjar itu sudah agak lentur tidak keras seperti dulu,” tutur Mimin sang isteri.
Masih menurutnya,” Dulu mah pengobatan itu gak ada yang gratis seperti sekarang ini, Bapak pernah dioperasi sampai dia gadein rumah tapi gak ketebus akhirnya rumahnya sendiri berpindah tangan,” ujarnya penuh haru.
” Sampai akhirnya kita sempat benar-benar pasrah dengan semua ini, sekarang mah saya hanya minta sama Alloh ingin disembuhkan dari penyakit ini dan memohon kiranya perhatian serta bantuan uluran tangan kepada siapapun,pihak manapun itu terutama kepada Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten.” pungkas keduanya penuh harap. (Taufik)

sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif