JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Razia Imigran di Puncak Diduga Bocor


PORTALCISARUA | Bogor.  Razia para Imigran di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (19/5/2017) diduga Bocor. Dari tiga titik lokasi yang menjadi target, petugas gabungan dari Imigrasi kelas II Bogor, Kesbangpol, TNI/Polri dan Satpol PP hanya berhasil mengamankan satu orang imigran yang sedang beraktifitas membuka usaha toko di sekitar pasar Pafesta.

Kepala kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Herman Lukman mengatakan, razia gabungan digelar karena banyak laporan dari masyarakat bahwa para pencari suaka alias imigran yang bermukim di kawasan puncak marak yang beraktifitas atau memiliki tempat usaha. Ia juga menambahkan, dari tiga titik lokasi yang menjadi target yakni pasar Pafesta, Warung Kaleng dan Ciburial hanya berhasil diamankan satu orang imigran.

"Yang kedapatan sedang beraktifitas hanya satu orang, dan langsung kami bawa ke kantor imigrsi untuk diproses. Petugas dari Imigrasi yang diterjunkan adalah tim Penindakan Orang Asing (Pora)," ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman menegaskan, bagi para imigran tidak diperbolehkan beraktifitas usaha yang menghasilkan uang dan berkendara dijalanan. Bagi yang melanggar, sambungnya, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

"Mereka itu (Imigran,red) pencari suaka jadi dilarang membuka usaha atau bekerja," tegasnya.

Sementara itu, Yayat (45) salah seorang warga menduga razia yang dilakukan sudah bocor. Pasalnya, di kawasan Warung Kaleng dan Ciburial banyak imigran yang memiliki usaha ataupun bekerja tapi menghilang saat ada razia.

"Disini banyak yang buka usaha ataupun bekerja, tapi mendadak menghilang. Kayaknya razia ini sudah bocor jadi mereka (imigran, red) kabur atau sembunyi," singkatnya. (Rif)

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif