Warga Ngotot Status Kelurahan Cisarua Diganti Jadi Desa


METROPOLITAN.ID | Cisarua.Masyarakat Kelurahan Cisarua menginginkan status kelurahan yang kini disandang dikembalikan pada status desa. Mereka menilai, banyak ketimpangan pembangunan antara desa dan kelurahan.

Selain itu, peran masyarakat dianggap tidak begitu dominan sehingga segala sesuatu dikerjakan oleh pemerintah. Sebut saja pada pemilihan kepala desa (pilkades), masyarakat kelurahan tidak bisa menca­lonkan di ajang pilkades karena lurah dit­unjuk pemkab. Sehingga politik di tingkat desa seolah lumpuh.

Salah seorang warga Kelurahan Cisarua Djatnika mengatakan, pembangunan yang ada di kelurahan sangat jauh berbeda dengan di desa. Seperti infrastruktur untuk desa mereka jor-joran dalam pembangu­nan. ”Untuk kelurahan, pembangunan hanya ala kadarnya,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Cisarua Endang memahami betul keinginan ma­syarakat agar status kelurahan kembali ke desa. Keinginan warga tersebut perlu di­respons Pemerintah Kabupaten Bogor.

”Mungkin warga melihat aktivitas desa tetangganya yang aktif dalam pembangu­nan infrastruktur dengan menggunakan dana desa,” terangnya.

Dia juga mengatakan, untuk kelurahan belum ada anggaran dana dari pusat se­perti dana dari kementerian desa yang diturunkan ke desa. ”Mungkin itu yang membuat warga kelurahan jadi ada rasa perlakuan tidak adil dari pemerintah pusat,” tutupnya. (ash/b/suf/dit)


Post a Comment

Mohon berkomentar yang tidak menyinggung SARA. Mari bangun komentar yang konstruktif

Lebih baru Lebih lama