JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Diduga Ada Muatan Politik, Ketua Umum PMBS Di Tuntut Mundur Dari Jabatannya


INFODESAKU.CO.ID | Bogor. Pemberitaan sebelumnya terkait adanya dugaan wacana Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) yang digawangi Prof. Isman Kadar ikut dalam panggung politik praktis menuju Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang akan digelar tahun 2018 membuat beberapa anggota pendiri PMBS di tujuh (7) Kecamatan yang ada di wilayah Bogor Selatan merasa jauh panggang dari api. Sejatinya mereka para aktifis dan tokoh muda yang notabene bercita-cita mewujudkan Pemekaran Bogor selatan nampaknya akan menemukan berbagai macam kendala.

Tak pelak berbagai macam reaksi dan komentar dikemukakan beberapa kalangan aktifis dan tokoh muda itu sendiri yang sedari awal ikut dalam proses pembentukan kepanitian dan kongres yang beberapa bulan lalu digelar. Seperti dilontarkan oleh Jatnika kepada infodesaku.co.id menuturkan, “Pertama, Sebagai Tim Formatur saya kecewa dan tidak mengakui keputusan yg tidak sah atas rapat formatur pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017 kemarin, Karena rapat tersebut tidak dihadiri oleh semua Formatur yang sudah ditetapkan. Kedua, Menuntut Bapak Isman Kadar untuk bersedia mundur dari Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS), Karena telah membuat gaduh atas manuver politiknya,” ungkap Jatnika.

Masih menurutnya, Ia menambahkan, “Apabila tuntutan ini tidak di akomodir secara totalitas, maka kami sepakat dengan anggota lainnya terutama wilayah Kecamatan Cisarua akan menarik diri.” tegas Jatnika selaku anggota pendiri pergerakan dan Ketua Bidang Tim Formatur PMBS yang menyatakan non aktif dari PMBS melalui pesan Whatshappnya.

Sementara dilain tempat, Azet Basuni yang sama-sama satu pergerakan dengan Jatnika memberi tanggapan atas kegaduhan dalam PMBS itu sendiri, “Secara demokratis siapapun berhak untuk menyampaikan sikap tentang issue yang berkembang di PMBS, sikap tersebut di atur dalam Undang-Undang dan tidak boleh ada yang melarangnya. Semua dinamika dalam sebuah organisasi wajar- wajar saja terjadi pro dan kontra, tinggal kita mencari kebenarannya saja, Benar tidak seorang Ketua Umum PMBS dalam pencalonan dirinya menuju Pilkada Kabupaten Bogor membawa nama PMBS. Sekarang tinggal kita pertanyakan langsung pada Ketua Umumnya?, Insya Allah semua akan ada hikmahnya di balik semua itu tentunya dengan bijak pula menanggapinya,” ungkap Azzet Basuni yang menjadi anggota Tim Formatur PMBS tersebut.

“Saya sendiri akan tetap fokus pada komitmen awal dari mulai berdirinya pergerakan PMBS sampai nanti PMBS dideklarasikan, yang terpenting sikap kita semua itu tidak ada muatan politik dari manapun juga, Karena secara pribadi kepentingan saya hanya untuk kebaikan Masyarakat Bogor Selatan. Walhasil saya yakin kawan-kawan di Cisarua tetap akan fokus pada perjuangan kita dari awal yaitu Pemekaran Bogor Selatan.” pungkasnya (taufik hidayat)


0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif