JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

EYD Pada Spanduk HJB ke-535 Di Kecamatan Cisarua Diprotes Pemdes Dan Warga


INFODESAKU.CO.ID | Cisarua. Bentangan spanduk atau banner yangg terpampang dibeberapa Kantor Desa dan institusi yang ada di Kecamatan Cisarua setelah diperhatikan dan diamati secara seksama itu terdapat kata yang tulisannya tidak tepat alias gak nyambung secara harfiah arti maupun maknanya.

Entahlah ini kesalahan siapa, apakah dari pihak desa, percetakan ataukah pihak yang mengakomodir adanya spanduk atau banner tersebut. Ketika Infodesaku.co.id meminta konfirmasi ke beberapa Kepala Desa, Sekretaris Desa, staf maupun warga yang kebetulan lewat dan membaca spanduk tersebut. Komentarnya pun beragam, “Saya baru ngeh loh kang, kalau tidak dikasih tau kami diam saja. iya ya ternyata tulisannya ada yang salah, seharusnya kan sinergitas ini kok dicetaknya sinegritas. Aduh padahal sih cuma sedikit saja kesalahannya tapi arti dan maknanya bisa berbeda,” ujar salah satu Sekdes yang enggan disebut namanya.
Hal senada dikatakan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Cisarua, ketika dimintai tanggapannya, “Terkait masalah spanduk Hari Jadi Bogor yang ke-535 itu di fasilitasi oleh pihak Kecamatan Cisarua sampai masalah konsep dan redaksionalnya dalam hal ini. Adapun Pihak Desa terima beres karena untuk sebuah spanduk tersebut kita juga membayar sejumlah uang Rp. 200.000,- kepada Kecamatan,” kilahnya sembari tersenyum.
Sementara itu, Eman warga Cisarua mengaku bingung, “Masa sih selevel Kecamatan, cara nulis sinergitas aja jadi sinegritas, emang gak diteliti dulu sewaktu dipercetakan. Ini patut dipertanyakan soal wawasan dan penulisan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) nya itu,” celotehnya.
“Salah penulisan sedikit saja bisa berarti salah makna dan arti dari kata atau kalimat tersebut, Apalagi spanduk itu dibaca oleh banyak orang dan masyarakat luas. Jadi harus hati-hati dan teliti dululah sebelum naik cetak dan dipajang dimuka umum.” pungkas Eman dengan nada heran.
Lain halnya dengan Salim Chakiel seorang penggiat Blogger warga Cisarua, “No Coment sebenarnya itu permasalahan teknis yang sederhana, Saya khusnuzon saja mungkin lupa atau gimana waktu mau naik cetaknya namun jika  itu memang murni ada kesalahan karena lemahnya pemahaman dalam wawasan istilah tata bahasa, ada baiknya pihak Kecamatan menempatkan orang di bagian teknis pembuatan desain itu orang yang berwawasan luas, punya kecakapan seni desain saja tidak cukup, perlu pemahaman mendalam dalam hal tersebut. karena jika asal-asalan akan memberi pengaruh pada hasil, terlebih lagi nama institusi yang melekat di Spanduk itu,” tutur Salim.
“Sederhana tapi dampaknya akan jadi kurang baik, ini era sosmed segala sesuatunya bisa menjadi bahan kritikan, lelucon dan bahkan ejekan. Saran Saya sebaiknya segera diganti saja, ini jangan dianggap remeh. Toh tidak sulit jugakan dari pada nanti rame di sosmed jadi bahan tertawaan bahkan mungkin bullyan apalagi terpampangnya dipinggir Jalan Raya terpasangnya atau dikantor pemerintahan. Lebih baik mencegah dari pada membiarkan, kira-kira seperti itu,” pungkasnya. (th/yas).
sumber
http://infodesaku.co.id/eyd-pada-spanduk-hjb-ke-535-di-kecamatan-cisarua-diprotes-pemdes-dan-warga/

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif