JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Sengkarut Di PMBS, Wakil Ketua Umum Mengaku Kesal Dan Keluar Dari Tim Formatur


INFODESAKU.CO.ID | Bogor. Pemberitaan sebelumnya terkait adanya dugaan wacana Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) yang digawangi Prof. Isman Kadar ikut dalam panggung politik praktis menuju Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang akan digelar tahun 2018 membuat beberapa anggota pendiri PMBS di tujuh (7) Kecamatan yang ada di wilayah Bogor Selatan merasa jauh panggang dari api. Sejatinya mereka para aktifis dan tokoh muda yang notabene bercita-cita mewujudkan Pemekaran Bogor selatan nampaknya akan menemukan berbagai macam kendala.

Tak pelak hal tersebut menuai banyak protes tak terkecuali dari Wakil Ketua PMBS itu sendiri yakni Muhammad Mukhsin. Kepada infodesaku.co.id Ia mengaku kesal bahkan marah dengan kisruh yang terjadi pada tubuh organisasi pergerakan yang selama ini ikut mendirikan dan membentuk lahirnya PMBS.

“Mengenai PMBS Saya arek diem dulu kang soalna saya udah ngamuk kamari mentak kaluar oge digrup,bahasa Sunda-red. (mengenai PMBS saya mau diam saja dulu kang, saya sudah marah kemarin makanya keluar juga dari grup),” ungkapnya dengan nada kesal.

Masih kata Mukhsin, “PMBS lahir dan dibangun itu kan dari awal sebagai media silaturahmi para tokoh aktivis dan pemerhati, dengan keprihatinan kondisi Bogor Selatan yang selama ini kurang diperhatikan atau kurang kepuasaan tentang tata kelola Bogsel oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini. Padahal sudah jelas PMBS ini ada sebagai wadah perjuangan penampung aspirasi masyarakat yang nantinya diharapkan mampu menyelesaikan segala masalah yang ada di Bogsel,” terangnya.

“Keluarnya saya dari group WhatsApp karena malu sudah terlalu banyak perdebatan yang menjurus kepada perpecahan ketimbang kerja nyata yg terasa dimata masyarakat Bogsel, terus yang kedua tidak berjalan nya komunikasi diantara pengurus sehingga kita bingung menyikapinya, diinternal kepungurusan sendiri hanya bisa menunjukan syahwat individualisme tanpa mengedepankan azas kebersamaan.” pungkas Mukhsin,aktifis dan tokoh muda mewakili Kecamatan Megamendung ini. (taufik hidayat)


0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif