JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Alokasi Upah Guru Honor Priorotas Pemkab Bogor


INILAHKORAN.COM | Bogor- Pemenuhan kesejahteraan pegawai (kespeg) bagi guru honorer, menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pembahasan APBD Perubahan 2017. Sekitar 4.000 guru honorer di Bumi Tegar Beriman pun bisa dipastikan menerima upah Rp500 ribu per bulan mulai Oktober mendatang.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar menegaskan, kespeg guru honorer tidak akan dicoret dari Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) 2017, yang saat ini tengah dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan TAPD.

"Itu prioritas. Bagaimanapun kita masih butuh tenaga pengajar honorer itu. Untuk rinciannya ada di Bappedalitbang. Tapi yang pasti, untuk urusan krusial seperti itu, pasti akan diprioritaskan," cetus Adang kepada INILAH, Minggu (20/8).

Menurutnya, masih ada ada ketidakseimbangan antara target pendapatn dengan belanja daerahan dalam APBD Perubahan 2017. Kabar terakhir, masih terjadi defisit Rp1,08 triliun dalam pembahasan APBD Perubahan 2017, akibat melonjaknya pos belanja daerah yang mencapai Rp7,7 triliun.

"Masih dirasionalkan. Belanja langsung kan kebanyakan untuk pekerjaan yang dampaknya bisa dirasakan langsung masyarakat. Tapi, dengan waktu efektif tiga bulan di anggaran perubahan, apa bisa terserap? Kan lebih baik tuntaskan kegiatan yang diprogramkan pada awal tahun anggaran," cetus Adang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Saptariyani mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan yang memasukkan alokasi kespeg guru honorer dalam APBD Perubahan. Menurutnya, dengan tingkat kebutuhan yang tinggi, sudah seharusnya pemda memprioritaskan kesejahteraan guru honorer itu.

"Memang belum sesuai dengan harapan (besarannya). Tapi, dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, guru-guru itu, bisa lebih optimal dalam transformasi pendidikan, terutama di tingkat SD," cetus politisi PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tengah memperjuangkan nasib 4.000 guru honorer, yang belum mendapat kesejahteraan pegawai (kespeg). Dibutuhkan sekitar Rp6 miliar agar guru honorer itu mendapatkan kesejahteraan dari pemerintah daerah.

Kepala Disdik Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam menjelaskan, dari sekitar 13 ribu guru honorer di Bumi Tegar Beriman, baru 9 ribu diantaranya menerima kespeg dari Pemkab Bogor. Keterbatasan anggaran menjadi batu sandungan bagi pemda agar seluruh guru honorer memperoleh kesejahteraan yang sama.

"Ini salah satu tugas disdik meyakinkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badang Anggaran (Banggar) DPRD, supaya di APBD Perubahan guru honorer bisa memperoleh kespeg," kata Luthfie kepada INILAH.

Menurutnya, TAPD yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Adang Suptandar telah menyetujui. "Tinggal di Banggar-nya nih bagaimana. Karena, salah satu pertimbangannya, kami masih membutuhkan tenaga guru honorer itu, berarti kesejahteraan mereka juga musti dipikirkan dong," katanya.

Lutfie mengasumsikan, setiap guru mendapatkan kespeg Rp500 ribu per bulan. "Dengan APBD Perubahan kan efektif mulai Oktober nanti digunakannya. Berarti ada tiga bulan tersisa. Berarti untuk tiga bulan itu, butuh Rp1,5 juta per guru. Total kurang lebih butuh Rp6 miliar," cetusnya. [jek]


0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif