JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Tiga Poros Koalisi Diprediksi akan Berebut Kursi Jabar 1


VIVA.CO.ID |  Pergerakan politik jelang Pilgub Jawa Barat kian dinamis. Setidaknya ada tiga nama besar yang diusung untuk maju bertarung memperebutkan kursi orang nomor 1 Tanah Pasundan, yakni Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan Ridwan Kamil.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menjelaskan, meski komposisi belum selesai, namun kemungkinan ada tiga poros koalisi yang masing-masing akan mengusung kandidatnya.

"Untuk Jabar komposisinya belum selesai ini, masih terus bergerak, ada beberapa alasan. Pertama, Konstelasi politik nasional masih terus bergerak," kata Hendri kepada VIVA.co.id, Jumat, 25 Agustus 2017.

Dia melihat Jawa Barat tetap menjadi pertaruhan politik di Tanah Air. Sikap politik akan dipertimbangkan dengan matang dalam Pilgub Jabar.

"Sebagai pemilik salah satu suara terbesar, Jabar menjadi pertaruhan parpol besar terutama untuk kompetisi 2019, sehingga para penentu kebijakan politik parpol memilih untuk bersabar dan tidak terburu-buru memutuskan," tuturnya.

Alasan kedua, kata dia, pemilih di Jawa Barat Jabar sangat heterogen, semua kriteria pemilih ada dan besar jumlahnya. Kemudian, alasan ketiga pergerakan politik masih sangat dinamis karena solidnya petahana dari PKS.

Untuk 'berperang' di Jabar, harus bisa mengalahkan dan menyiapkan strategi PKS. Membentuk koalisi parpol yang solid menjadi salah satunya. PKS sendiri sudah pasti mengusung Deddy Mizwar agar diduetkan dengan kadernya, Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu.

"Sehingga opsi Dedi Mulyadi-Ridwan Kamil atau Ridwan Kamil-Dedi Mulyadi bisa terjadi untuk melawan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Walaupun kecil kemungkinannya Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil mau berbagi kursi, keduanya memiliki ambisi yang sama," lanjut dia.

Kemudian, analisis Hendri bila Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil tidak bersatu, maka parpol menengah di Jabar seperti Demokrat, PAN akan mendorong jago untuk disandingkan antara Dedi atau Ridwan Kamil.

"Kemungkinan Golkar akan bersama koalisi Demokrat yang dorong Iwan Sulanjana dan Ridwan Kamil bersama koalisi PAN yang dorong Bima Arya. Tiga poros kekuatan politik di Pilgub terbuka," kata dia.


0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif