JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Jalanan Rusak dan Jarang Masuk Kantor, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Ciawi Tuai Kecaman Warga.


KUPASMERDEKA.COM | Ciawi. Sikap yang dipertontonkan oleh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi, Eko Sulistio, tidak patut di diteladani oleh seluruh pengawai negeri sipil (PNS) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

Pasalnya, oknum PNS tersebut sulit ditemui dan jarang berada di kantornya sehingga awak media pun kesulitan untuk melakukan konfirmasi mengharapkan informasi terkait kondisi jalan di wilayah tugasnya hingga timbulnya pemberitaan.

Pantauan wartawan kupasmerdeka.com di lapangan, di sekitar Wilayah II Ciawi, tepatnya di Desa Teluk Pinang, Jalan Veteran II, kondisi jalan alternatif sangat memprihatinkan, sehingga para pengguna jalan harus ekstra hati-hati.

Ujang (43) salah satu pengguna Jalan Veteran II mengeluhkan kondisi jalan di wilayah tersebut. “Pemerintah Kabupaten Bogor sepertinya menunggu korban jiwa dari warganya. Biasanya menjelang lebaran begini kondisinya tidak seperti ini, wah sekarang mah hancur banget,” keluhnya (16/6/2017).

Hal senada juga di keluhkan oleh Nyai (35) warga desa setempat, “Kasihan para pengendara kalau pas hujan, badan jalan ketutup air dari selokan, banyak yang jatuh pak, kan jalan pada berlobang, kasihan pak,” ujarnya.

Ketua pemuda Lumbung Informasi Rakyat Indonesia (LIRA), Johnny, terkait hal ini menegaskan, mestinya pemerintah Kabupaten Bogor lebih bijak, khususnya menjelang lebaran, karena jalur tersebut akan dipergunakan ribuan orang nantinya.

Johnny menambahkan, untuk kepala UPT Eko Sulistio agar lebih welcome dan terbuka bagi para awak media untuk memberikan informasi yang akurat. “Kalau sudah bosan menjadi kepala UPT sebaiknya mundur saja, jangan merusak citra para PNS di Kabupaten Bogor,” imbuhnya. (ef/wan/kn/ha).

sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggung Agama, Ras dan Golongan. Biasakan berkomentar bijak dan konstruktif